30
Jun
10

Sisi gelap manusia

Manusia memiliki sisi gelap yang seringkali tidak disadari sepenuhnya oleh dirinya sendiri. Mereka seringkali melakukan kesalahan dan dosa yang sama setelah mereka “bertobat” dengan berurai air mata dihadapan Pendeta. Namun, sebagian dari mereka tidak tahu apa yang mendorong mereka untuk kembali melakukan dosa yang sama setelah “bertobat”. Sementara yang lainnya masih berusaha untuk tetap “melawan” sisi gelap mereka dengan kekuatan mereka sendiri. Fenomena dejavu kembali mereka rasakan saat dosa itu terjadi. Pelan namun pasti, pada akhirnya mereka lelah dengan perasaan mereka yang didera terus-menerus dengan dakwaan bahwa mereka memang ditakdirkan hidup dalam dosa dan dosa adalah takdir hidup mereka. Begitu juga dengan mereka yang telah mati-matian berjuang melawan sisi gelapnya, hingga sebagian besar dari mereka akhirnya juga larut dengan “kekalahan” untuk selanjutnya “menikmati” kembali dosa yang pernah mati-matian mereka lawan sebelumnya. Tanpa sanggup lagi bermimpi menggapai hidup yang terlepas dari sisi gelapnya dan semakin terperosok lebih dalam lagi dengan dosa-dosa yang pernah mereka lakukan sebelumnya

Sejarah nenek moyang kita mencatat bahwa pada awalnya manusia jatuh dalam dosa karena perbuatan Adam dan Hawa. Seperti telah diwariskan oleh nenek moyang manusia, manusia sekarang enggan untuk benar-benar jujur mengakui dosa yang telah mereka lakukan bahkan dihadapan Tuhan. Apalagi dihadapan sesamanya yang tidak pernah tahu apa isi hati manusia sebenarnya. Manusia berusaha untuk bertobat dengan pengertian mereka sendiri, bahwa bertobat itu bisa dilakukan dengan kekuatan mereka sendiri dengan mengabaikan kenyataan bahwa mereka punya sisi gelap yang tidak bisa mereka lawan dengan kekuatan sendiri. Sisi gelap itu adalah karakter negatif yang telah menyatu dengan diri manusia dan tidak bisa diubahkan dalam waktu semalam. Karakter negatif itu ibarat akar yang telah sedemikian kuatnya membentuk pola pikir dan sifat manusia. Hanya proses waktu yang bisa menguji apakah manusia benar-benar telah bertobat dan mau diubah bukan sekedar mengubah karakter negatifnya dengan pengertian mereka sendiri. Manusia tidak bisa mengandalkan kekuatannya sendiri untuk mengubah karakter negatifnya. Manusia butuh kekuatan dari luar dirinya yang lebih berkuasa sehingga karakter negatifnya mampu diubahkan. Kekuatan itu bukan dari manusia atau benda-benda yang dianggap punya “kuasa.”

Karakter Yesus yang penuh kasih menjadi bukti bahwa didalam Dia maka manusia dapat diubahkan karakter negatifnya. Manusia tidak bisa mengubah karakter negatifnya dengan kemampuan sendiri. Dengan mengijinkan Yesus masuk ke dalam hatinya, maka manusia dapat merasakan karakter Yesus yang penuh kasih didalam diri mereka yang menggantikan karakter lama mereka. “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan bagimu (Mat. 11 : 28). Yesus tahu bahwa manusia tidak bisa mengubahkan karakter negatif dengan kemampuan mereka sendiri, oleh karena itu Dia mengundang manusia untuk mau mengijinkan Yesus mengubah karakter negatif mereka. Namun, proses pertobatan tidak hanya berhenti pada tahap mengijinkan Yesus masuk dalam hati kita. Tahap selanjutnya adalah kita harus mengenal pribadi Yesus melalui proses yang terus menerus, dimana kita juga dituntut untuk semakin dewasa dalam iman. Semakin dekat kepada Yesus dengan membangun hubungan pribadi yang melibatkan seluruh akal budi dan iman kita. Ibarat seseorang yang sedang dalam perjalanan ke suatu tempat, maka dia harus memperhatikan arah kendaraan yang dia tumpangi apakah masih di jalan yang benar. Orang akan selalu fokus kedepan melihat situasi yang ada di hadapannya hingga akhir tujuannya tiba. Sudahkah kita mengijinkan Yesus Kristus mengubahkan karakter negatif kita ? dan Sudahkah kita membangun hubungan pribadi dengan Nya yang semakin intim dan akrab agar kita semakin mengerti karakter Dia yang penuh kasih ?

Tuhan Yesus memberkati kita semua

Salam

Penulis
note : tulisan ini saya buat juga di blok GKJ Kudus


0 Responses to “Sisi gelap manusia”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: